SENDAWAR – Ditengah ancaman bencana kekeringan
ekstrem akibat fenomena Godzilla El-Niño yang memicu lonjakan titik
panas (hotspot) serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah
Kabupaten Kutai Barat , sinergi nyata antar-instansi ditunjukkan oleh RSUD
Mangku Jaya Linggang.
Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat memberikan apresiasi
setinggi-tingginya atas komitmen, respon yang sangat cepat, serta rasa empati
yang ditunjukkan oleh jajaran pimpinan dan tenaga medis RSUD Mangku Jaya
Linggang dalam mendukung kesehatan para personel pemadam di lapangan.
Respon Kilat dalam Hitungan Menit
Kerja sama yang
solid ini terbukti dari kecepatan penanganan administratif maupun teknis
operasional. Surat permohonan dukungan layanan kesehatan dan penanganan medis
bagi personel TRC/Pusdalop yang dikirimkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten
Kutai Barat, Bapak Yudianto Rihartono, S.T., M.Si, langsung direspon secara
resmi oleh Direktur RSUD Mangku Jaya Linggang, dr. Winardi, M.H.
Bahkan dalam
hitungan menit setelah surat disampaikan, utusan resmi Direktur RSUD—yaitu
Saudara Ns. Esa Audio Mianddi Neri, S.Kep , langsung mendatangi kantor BPBD
untuk mengantarkan surat balasan resmi sekaligus berkoordinasi secara teknis
dengan Sekretaris Badan. Kecepatan respon ini menjadi angin segar dan bentuk
nyata kepedulian bagi tim TRC dan Pusdalop yang bekerja nonstop di lapangan
sehubungan dengan semakin meningkatnya frekuensi dari peristiwa Karhutla.
"Di masa-masa
sulit saat anggota kami berjuang di lapangan melawan asap pekat dan ancaman
dehidrasi, memiliki mitra kerja yang begitu responsif dan penuh empati seperti
RSUD Mangku Jaya Linggang adalah sebuah dukungan moral dan operasional yang
sangat berharga," ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Kutai Barat, Bapak Christian Gamas, S.H.,
S.T., M.M.
Lonjakan Intensitas Karhutla
Lonjakan intensitas kebakaran hutan dan
lahan (Karhutla) di Kabupaten Kutai Barat mengalami peningkatan yang sangat
tajam dan mengkhawatirkan, di mana hingga pertengahan Agustus 2026 telah
tercatat total 388 penugasan pemadaman darurat oleh tim BPBD. Eskalasi ini
terlihat sangat drastis pada bulan Agustus 2026 saja yang langsung menyumbang
257 kejadian, menandakan kenaikan intensitas sebesar 96 persen dibandingkan
sepanjang bulan Juli. Puncak kegentingan situasi ini bahkan terjadi secara
maraton dalam rentang waktu tujuh hari terakhir (6–12 Agustus 2026), di mana
tim TRC dan Pusdalop BPBD harus dikerahkan secara masif untuk melakukan puluhan
aksi pemadaman di 21 lokasi kritis—termasuk Kecamatan Damai, Nyuatan, dan
Barong Tongkok—akibat hantaman kekeringan ekstrem dari fenomena Godzilla
El-Niño.
Komitmen Pelayanan Kesehatan Personel
Pemadam Karhutla
Melalui surat
balasan resminya, RSUD Mangku Jaya Linggang menyatakan kesiapan penuh untuk
mendukung penanganan kesehatan para petugas pemadam Karhutla. Bentuk dukungan
yang disiapkan meliputi:
- Penyediaan Suplemen dan Oksigen
Medis Mobile: Menyiapkan ketersediaan suplemen/vitamin untuk daya tahan tubuh
serta oksigen medis mobile sesuai stok yang ada untuk kondisi
darurat.
- Layanan Kegawatdaruratan Utama
(UGD): Akses
penanganan cepat di Unit Gawat Darurat (UGD) bagi personel yang mengalami
kecelakaan kerja atau cedera saat bertugas.
- Pemeriksaan Kesehatan dan
Rujukan: Memfasilitasi
pemeriksaan kesehatan berkala maupun pengobatan bagi personel yang
mengalami gangguan kesehatan pasca-operasi pemadaman (seperti ISPA dan
kelelahan fisik ekstrim) melalui mekanisme BPJS Kesehatan dan poliklinik.
Sinergi Lintas Sektor Demi Keselamatan
Masyarakat
RSUD Mangku Jaya
Linggang tidak hanya menjalankan kewajiban sebagai fasilitas kesehatan milik
daerah , tetapi juga menunjukkan dedikasi pelayanan publik yang luar biasa di
saat situasi darurat bencana.
Semoga kolaborasi dan semangat gotong royong antara BPBD dan RSUD Mangku Jaya Linggang ini terus terjaga demi keselamatan para pejuang kemanusiaan di lapangan yang senantiasa melakukan pemadaman Karhutla demi kesehatan masyarakat, serta seluruh masyarakat Kabupaten Kutai Barat.