Logo Loader

Sinergi pada Masa Tanggap Bencana: BPBD Kab. Kutai Barat Apresiasi Respon Cepat dan Empati RSUD Mangku Jaya Linggang

BPBD 14 Agustus 2026 1 minggu yang lalu 202 kali dibaca
Blog Image
Email :

SENDAWAR – Ditengah ancaman bencana kekeringan ekstrem akibat fenomena Godzilla El-Niño yang memicu lonjakan titik panas (hotspot) serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kutai Barat , sinergi nyata antar-instansi ditunjukkan oleh RSUD Mangku Jaya Linggang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen, respon yang sangat cepat, serta rasa empati yang ditunjukkan oleh jajaran pimpinan dan tenaga medis RSUD Mangku Jaya Linggang dalam mendukung kesehatan para personel pemadam di lapangan.

Respon Kilat dalam Hitungan Menit

Kerja sama yang solid ini terbukti dari kecepatan penanganan administratif maupun teknis operasional. Surat permohonan dukungan layanan kesehatan dan penanganan medis bagi personel TRC/Pusdalop yang dikirimkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kutai Barat, Bapak Yudianto Rihartono, S.T., M.Si, langsung direspon secara resmi oleh Direktur RSUD Mangku Jaya Linggang, dr. Winardi, M.H.

Bahkan dalam hitungan menit setelah surat disampaikan, utusan resmi Direktur RSUD—yaitu Saudara Ns. Esa Audio Mianddi Neri, S.Kep , langsung mendatangi kantor BPBD untuk mengantarkan surat balasan resmi sekaligus berkoordinasi secara teknis dengan Sekretaris Badan. Kecepatan respon ini menjadi angin segar dan bentuk nyata kepedulian bagi tim TRC dan Pusdalop yang bekerja nonstop di lapangan sehubungan dengan semakin meningkatnya frekuensi dari peristiwa Karhutla.

"Di masa-masa sulit saat anggota kami berjuang di lapangan melawan asap pekat dan ancaman dehidrasi, memiliki mitra kerja yang begitu responsif dan penuh empati seperti RSUD Mangku Jaya Linggang adalah sebuah dukungan moral dan operasional yang sangat berharga," ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Kutai Barat, Bapak Christian Gamas, S.H., S.T., M.M.

Lonjakan Intensitas Karhutla

Lonjakan intensitas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kutai Barat mengalami peningkatan yang sangat tajam dan mengkhawatirkan, di mana hingga pertengahan Agustus 2026 telah tercatat total 388 penugasan pemadaman darurat oleh tim BPBD. Eskalasi ini terlihat sangat drastis pada bulan Agustus 2026 saja yang langsung menyumbang 257 kejadian, menandakan kenaikan intensitas sebesar 96 persen dibandingkan sepanjang bulan Juli. Puncak kegentingan situasi ini bahkan terjadi secara maraton dalam rentang waktu tujuh hari terakhir (6–12 Agustus 2026), di mana tim TRC dan Pusdalop BPBD harus dikerahkan secara masif untuk melakukan puluhan aksi pemadaman di 21 lokasi kritis—termasuk Kecamatan Damai, Nyuatan, dan Barong Tongkok—akibat hantaman kekeringan ekstrem dari fenomena Godzilla El-Niño.

Komitmen Pelayanan Kesehatan Personel Pemadam Karhutla

Melalui surat balasan resminya, RSUD Mangku Jaya Linggang menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung penanganan kesehatan para petugas pemadam Karhutla. Bentuk dukungan yang disiapkan meliputi:

  • Penyediaan Suplemen dan Oksigen Medis Mobile: Menyiapkan ketersediaan suplemen/vitamin untuk daya tahan tubuh serta oksigen medis mobile sesuai stok yang ada untuk kondisi darurat.
  • Layanan Kegawatdaruratan Utama (UGD): Akses penanganan cepat di Unit Gawat Darurat (UGD) bagi personel yang mengalami kecelakaan kerja atau cedera saat bertugas.
  • Pemeriksaan Kesehatan dan Rujukan: Memfasilitasi pemeriksaan kesehatan berkala maupun pengobatan bagi personel yang mengalami gangguan kesehatan pasca-operasi pemadaman (seperti ISPA dan kelelahan fisik ekstrim) melalui mekanisme BPJS Kesehatan dan poliklinik.

Sinergi Lintas Sektor Demi Keselamatan Masyarakat

RSUD Mangku Jaya Linggang tidak hanya menjalankan kewajiban sebagai fasilitas kesehatan milik daerah , tetapi juga menunjukkan dedikasi pelayanan publik yang luar biasa di saat situasi darurat bencana.

Semoga kolaborasi dan semangat gotong royong antara BPBD dan RSUD Mangku Jaya Linggang ini terus terjaga demi keselamatan para pejuang kemanusiaan di lapangan yang senantiasa melakukan pemadaman Karhutla demi kesehatan masyarakat, serta seluruh masyarakat Kabupaten Kutai Barat.