Sendawar – Konsistensi dalam mitigasi
bencana kembali dibuktikan oleh Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Kabupaten
Kutai Barat. Sebagai bentuk tindak lanjut dari program sebelumnya, tim kembali
turun ke lapangan untuk melaksanakan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan
Edukasi (KIE) Lanjutan.
Program
ini dirancang bukan sekadar sebagai pertemuan rutin, melainkan upaya pendalaman
materi kesiapsiagaan agar masyarakat memiliki insting yang kuat dalam
menghadapi ancaman bencana.
Perjalanan
Sosialisasi Dari Bekokong hingga Muara
Nayan
Rangkaian
kegiatan marathon ini dimulai pada 24 April 2026 dengan menyambangi empat
kampung pembuka, yakni:
- Kampung Bekokong
- Kampung Jambuk Makmur
- Kampung Muara Gusik
- Kampung Lempunah
Setelah
menyisir total 17 kampung, perjalanan edukasi ini akan mencapai puncaknya pada Selasa,
5 Mei 2026, di Kampung Pentat dan Kampung Muara Nayan.
Sinergi
Empat Pilar Narasumber
Keberhasilan
sosialisasi ini didorong oleh kolaborasi empat pakar yang memberikan sudut
pandang komprehensif terkait kebencanaan:
Lusiana
Long, S.Sos. : Pendekatan Sosial dan
Penguatan Kapasitas Komunitas
Ngebutius,
S.H. : Pendekatan Sosial dan
Penguatan Kapasitas Komunitas
Yahya
Mosik : Aspek Hukum dan Regulasi Penanggulangan
Bencana
Adrianus
Bayau, S.Pi. : Teknik Mitigasi Lapangan dan Kearifan Lokal
Mengapa
Sosialisasi Lanjutan Ini Penting?
Kabid
Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bambang Pramudito. ,STP,M.Si menekankan bahwa ancaman bencana bersifat
dinamis. Sosialisasi lanjutan ini fokus pada:
- Update Pemetaan Risiko:
Menginformasikan titik rawan terbaru di tiap kampung.
- Simulasi Mandiri: Melatih
warga untuk tidak panik dan tahu jalur evakuasi tercepat.
- Penguatan Forum Kampung Memastikan koordinasi antara perangkat
kampung dan BPBD tetap solid.
Dengan
partisipasi aktif warga di sepanjang rute sosialisasi ini, Kutai Barat optimis
dapat mewujudkan wilayah yang lebih resilien dan tangguh menghadapi tantangan
alam di masa depan.
Penulis :
Pusdalops BPBD Kutai Barat