SENDAWAR – Badan Penanggulangan
Bencana DAERAH (BPBD) Kabupaten Kutai Barat merilis pembaruan data terkait
bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Barat pada
Rabu, 20 Mei 2026. Berdasarkan laporan berkala hingga siang hari, status
wilayah saat ini ditetapkan dalam kondisi WASPADA seiring dengan
fluktuasi ketinggian air yang dilaporkan masih terus merangkak naik.
Hingga saat
ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka (nihil), dan sebagian
besar warga terdampak memilih bertahan di kediaman mereka serta belum ada yang
mengungsi. Kendati demikian, kerugian materiil berupa terendamnya pemukiman
warga, penutupan akses jalan, hingga lumpuhnya sejumlah Fasilitas Umum (Fasum)
terus meluas.
Kondisi Terkini di Sejumlah Kecamatan
Berdasarkan
data yang dihimpun oleh Pusdalops BPBD Kutai Barat, berikut adalah rincian
situasi di beberapa kecamatan terdampak:
1.
Kecamatan Long Iram Kondisi di kawasan ini cukup merata dengan tren Tinggi Muka Air
(TMA) yang terus naik. Di Long Iram Seberang, TMA mencapai 60–150 cm. Sementara
di Kampung Anah berkisar antara 70–100 cm , dan di kawasan Long Iram Kota air
menggenangi RT 01 hingga RT 05 dengan ketinggian 30–50 cm. Di Kampung Long
Daliq, luapan banjir bahkan dilaporkan telah mencapai ketinggian $\pm$150 cm.
2.
Kecamatan Tering Banjir di wilayah ini berdampak signifikan pada 1.340 unit
rumah yang dihuni oleh 1.513 KK atau sekitar 5.743 jiwa. Kampung Linggang
Tering Seberang menjadi wilayah paling terdampak di kecamatan ini dengan 444
rumah terendam dan TMA mencapai 100 cm. Seluruh keterangan dari Kampung Tering
menyatakan bahwa pergerakan air masih naik.
3.
Kecamatan Mook Manaar Bulatn Tercatat ada 852 KK dengan total 2.530 jiwa yang terdampak di
beberapa kampung seperti Kelumpang, Merayaq, Linggang Marimun, Muara Kalaq,
Rambayan, Gadur, dan Muara Jawaq. Rata-rata ketinggian air di wilayah ini
berkisar antara 30 hingga 150 cm dengan kondisi air yang dilaporkan masih terus
naik.
4.
Kecamatan Barong Tongkok Luapan air di Kampung Gemuhan Asa (RT 01) dilaporkan cukup
signifikan dengan TMA mencapai $\pm$1,5 meter. Sebanyak 6 unit rumah (6 KK)
serta 1 tempat ibadah (masjid) terdampak langsung oleh luapan banjir ini.
5.
Kecamatan Melak Luapan air mulai naik ke atas jalan semenisasi di wilayah Melak
Ulu (TMA 3–10 cm) dan Melak Ilir (TMA 5–30 cm). Namun, situasi lebih
mengkhawatirkan terjadi di Kampung Muara Benangaq, di mana air setinggi 50–120
cm sudah menutupi badan jalan dan sebagian mulai memasuki rumah-rumah warga.
6. Kecamatan Muara Pahu Di Kampung Muara Beloan (RT 01), banjir dengan ketinggian 20–30 cm memaksa aktivitas belajar mengajar di PAUD Sinar Pelangi diliburkan total per tanggal 20 Mei 2026. Selain itu, akses jalan darat yang menghubungkan Muara Beloan–Muara Bunyut di KM 7 terputus total karena tidak dapat dilalui kendaraan roda 2 maupun roda 4 akibat rendaman air setinggi 20–60 cm. Jalan penghubung antarkecamatan di Kampung Tepian Ulaq menuju Kecamatan Penyinggahan juga tergenang air sekitar $\pm$30 cm.
IMBAUAN KEPADA MASYARAKAT : WASPADA ARUS DERAS SUNGAI!
Sehubungan
dengan kondisi debit air yang terus meningkat dan meluapnya Sungai Mahakam
beserta anak sungainya, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui BPBD
menyampaikan imbauan keras demi keselamatan bersama seluruh warga masyarakat:
1.
Waspadai Derasnya Arus Sungai: Mengingat debit air bertambah dalam waktu singkat, arus sungai
di sekitar pemukiman maupun jalanan yang tergenang menjadi sangat deras.
Masyarakat diimbau untuk TIDAK melakukan aktivitas di dekat atau di dalam
sungai, seperti berenang, mencuci, atau menjala ikan hingga kondisi kembali
kondusif.
2.
Awasi Anak-Anak secara Ketat: Para orang tua diminta waspada dan melarang anak-anak bermain
air di area banjir, parit, maupun pinggiran dermaga guna menghindari risiko
terseret arus deras atau tenggelam.
3.
Amankan Kelistrikan dan Barang Berharga: Segera matikan aliran
listrik dari kWh meter jika air mulai memasuki bagian dalam rumah. Pindahkan
barang-barang elektronik serta dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi dan
aman.
4.
Siapkan Evakuasi Mandiri secara Dini: Bagi warga yang tinggal di
kawasan rendah atau bantaran sungai dengan TMA di atas 1 meter, diharapkan
mulai mengemasi kebutuhan pokok dan bersiap melakukan evakuasi jika air terus
merangkak naik, terutama menjelang malam hari.
5.
Akses Informasi Resmi: Selalu pantau perkembangan banjir terkini melalui saluran
komunikasi resmi BPBD Kutai Barat untuk menghindari simpang siur informasi.
Apabila terjadi
situasi darurat atau membutuhkan bantuan penanganan evakuasi, masyarakat dapat
segera menghubungi layanan kedaruratan berikut:
●
Call Center / WhatsApp BPBD Kubar: 0813-5078-7141
●
Frekuensi Radio VHF: 147.000 MHz
●
Media Sosial Resmi: Instagram [@bpbdkubar] & TikTok [pusdalopsbpbdkuba]
Sumber : Pusdalops BPBD Kutai Barat