Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Kabupaten Kutai Barat
Sehubungan dengan rilis resmi BMKG
mengenai fenomena El Nino yang mulai memasuki wilayah Indonesia pada April 2026
dan diprediksi akan mencapai puncaknya pada periode Juli hingga Oktober 2026,
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui BPBD mengimbau seluruh lapisan
masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan
kemarau panjang.
Demi keselamatan dan kenyamanan kita
bersama, berikut adalah langkah-langkah antisipasi yang harus diperhatikan:
1. Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan
(Karhutla)
- Himbauan
untuk pembukaan lahan perlu dibuat sekat bakar 2m sd 4m.
- Hindari
membuang puntung rokok sembarangan di area hutan, kebun, atau lahan yang
kering.
- Pastikan
pembakaran sampah rumah tangga jauh dari Semak-semak sebagai pemicu
kebakaran dan pastikan telah padam sepenuhnya sebelum ditinggalkan.
2. Bijak dalam Penggunaan Air Bersih
- Mengingat
potensi penurunan debit air baku (sungai dan sumur), masyarakat diharapkan
mulai menghemat penggunaan air.
- Gunakan
air untuk kebutuhan prioritas seperti memasak dan sanitasi dasar.
- Lakukan
penampungan air hujan selagi masih ada curah hujan ringan sebagai
cadangan.
3. Jaga Kesehatan di Tengah Cuaca Panas
- Suhu
udara yang meningkat dapat memicu dehidrasi dan heatstroke.
Perbanyak konsumsi air putih.
- Gunakan
pelindung diri (masker, topi, atau payung) jika harus beraktivitas di luar
ruangan untuk menghindari paparan langsung sinar matahari dan debu.
4. Tanggap Lapor Segera
- Jika
melihat kepulan asap atau titik api (hotspot), segera lapor ke
petugas BPBD, Puspaldops, atau instansi terkait di wilayah Anda Melalui
Call center :081350787141.
- Tetap
pantau informasi cuaca resmi hanya melalui kanal komunikasi pemerintah
untuk menghindari berita bohong (hoax).
Mencegah lebih baik daripada memadamkan.
Mari kita jaga Kutai Barat dari ancaman bencana Karhutla dan kekeringan