SENDAWAR (23 April 2026) – Menanggapi prediksi musim
kemarau tahun 2026 yang diperkirakan akan berlangsung lebih lama dibandingkan
tahun sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai
Barat melakukan langkah ekstra dalam kesiapsiagaan armada dan personel.
Dalam giat yang dilaksanakan hari ini, BPBD secara khusus
menyiagakan 8 unit mobil Slip-On dan 2 unit mobil Water Supply
(penyuplai air) untuk memperkuat daya jangkau pemadaman di wilayah-wilayah yang
sulit diakses oleh armada besar.
Pembentukan Tim Reaksi
Cepat (TRC)
Selain penguatan armada, personel TRC BPBD kini telah dibagi
menjadi 2 tim khusus yang akan bertugas secara bergantian untuk memantau
titik rawan bencana selama 24 jam. Pembentukan tim ini bertujuan agar
mobilisasi petugas dan peralatan dapat dilakukan secara instan begitu
terdeteksi adanya titik panas (hotspot).
"Prediksi kemarau
tahun ini cukup menantang karena durasinya yang lebih panjang. Dengan adanya 8
unit slip-on yang lebih fleksibel masuk ke jalur perkebunan dan hutan,
serta dukungan 2 unit penyuplai air, kami optimis penanganan dini kebakaran
lahan bisa lebih efektif," ungkap pihak Pusdalops di sela-sela pengecekan.
Detail
Kesiapan Sarana Prasarana
Pengecekan teknis yang dilakukan meliputi:
1.
8 Unit Slip-On:
Pemeriksaan pompa mesin dan volume tangki pada kendaraan operasional ringan
untuk pemadaman cepat.
2.
2 Unit Water Supply:
Memastikan fungsi pompa pengisap dan kapasitas tampung air untuk mendukung
suplai armada di lapangan.
3. Kesiapan Personel: Pembagian 2 tim TRC yang dibekali peralatan perlindungan diri (APD) lengkap dan alat komunikasi radio yang telah terintegrasi.

Antisipasi
Dampak Kemarau Panjang
Fokus utama dari pembentukan 2 tim ini adalah patroli rutin di
wilayah rawan dan melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat mengenai
bahaya pembukaan lahan dengan cara dibakar. Mengingat durasi kemarau yang lebih
lama, cadangan air dan kesiapan mesin pompa menjadi prioritas utama yang
dipastikan kelayakannya pada hari ini.
BPBD Kutai Barat menegaskan bahwa seluruh armada kini dalam
posisi Siaga 1. Masyarakat diminta untuk segera melaporkan sekecil apa pun
percikan api yang terlihat di wilayah hutan atau lahan agar tidak meluas
menjadi kebakaran besar.
Penulis: Admin Web
BPBD Kubar
Tag: #BPBDKubar #KutaiBarat
#TRCBPBD #SiagaKarhutla #Kemarau2026